Wanita pun telah terlalu lemah ketika seribu tanda telah ia
kirimkan melalui malaikat pengantar pesan. Kotak pesan telah penuh dan
berceceran ke lantai tanah, namun tetap saja lelaki itu tak menyadarinya. Bukan
tidak menyadarinya namun memang lelaki memiliki jalur pemikiran yang berbeda
dengan wanita. Bahkan setiap manusia memiliki jalan pikiran masing-masing, tak
berjalan dalam satu kabel namun memiliki kabel masing-masing. Lalu ketika
wanita hanya bisa menangis setelah kemampuan terbaiknya yaitu memberikan tanda
dan jejak yang tak pernah di tafsirkan oleh lelaki, disini bisa menjadi sebuah
tragedi, memang tak perlu menyalahkan satu sama lain karena tak ada yang benar
dan salah dalam hal ini, ini hanya soal hati yang tak bisa di baca oleh siapa
pun walau telah kita ungkap bersama dalam sebuah kata dalam sebentuk kata
‘cinta’ itu tak cukup mewakili keterbungkaman wanita dengan tanda-tandanya dan
keriangana dunia lelaki yang berisi wanita masa lalunya. Hal terbaik yang
dilakukan setelah semua ini terjadi adalah biarkan saja menjadi aliran air baru
yang mengalir kearah yang baru, mencari sepercik kerinduan baru walau aliran
itu hanya sebesar telunjuk jari manusia.
Catatan kecil, yah dari situlah tulisan-tulisan besar akan tumbuh dan berkembang (cerpen, novel & roman). Jadilah penulis yang memulai dari catatan kecil, dimulai dari kehidupan sehari-hari kita dan yang paling sering kita lakukan (ahli dalam suatu bidang).
Rabu, 25 Mei 2016
Dunia lelaki tak dimiliki wanita
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar