Rabu, 25 Mei 2016

Petani yang mencuri sandal jepit ku

Beberapa bulan terakhir setiap akhir pekan saya selalu menjelajah entah kemana mencari sesuatu yang mungkin bisa bermakna untuk dikenang dan diceritakan untuk anak cucu kelak. Tetapi kelucuan itu datang bukan dari tempat-tempat jauh yang seperti saya angankan dan bayangkan, kelucuan itu datang dari rumah kontrakan saya di pinggiran kota kenamaan yang apa adanya ini. Pulang lah saya dari petualangan yang entah ke berapa telah tayang pada layar televisi di dalam sanubari jiwa ini,
kontrakan kosong dan didepan pintu tak nampak lagi ada tanda-tanda sandal jepit warna cokelat yang penuh histori akan kesabaran dan perjuangan ketika terjadi perang dingin waktu itu, sampah pelastik bekas minuman es teh berceceran di banyak tempat, bungkusan nasi yang terlentang tanpa penutup pun mebanjiri di depan rumah kontrakan saya ini. Ohh ternyata sawah samping kiri rumah kontrakan sudah ludes dibabat oleh arit petani, namun kenapa sandal jepit kesukaan saya juga dibabat dan mengotori halam rumah kontrakan saya ? hati ini jengkel namun mau ngambek sama siapa dan buat apa juga ngambek wong saya sudah kalah telak dalam kasus ini, yah akhirnya saya pakai sandal jepit bertotol-totol hitam jamuran yang biasa di pakai ke kamar mandi itu.

Namun tak habis pikir sandal jepit usang dan jelek pun mereka renggut dari saya tanpa saya pernah memergokinya. Mmm masalahnya bukan pada bagus atau buruk benda yang di begal itu, namun ada suatu kesempatan dan niatan yang muncul dari konsesus warga nurani dan pikiran, yang dimenangkan oleh pikiran yang mendukung kekejian tingkat sandal jepit usang yang sudah melar dan tipis, beberapa kali sering kehilangan sandal jepit walau sudah jelek dan usang, kebanyakan sandal itu raib tanpa pernah saya pergoki atau pernah lihat lagi, mungkin ini penculikan aktivis sandal jepit yang sebenarnya salah tangkap dan karena kehilangan kendali saat di introgasi, kelewat nyiksan tahanan sekalian aja deh di bunuh dan di buang mayatnya di sungai. Kadang juga kalau ke sungai lihat sebuah sandal mengambang di sungai yang satunya lagi entah pergi keman ? Tak sepasang lagi dia menjadi mayat sandal, ada juga bagian yang dimutilasi dengan tangan keji. Hingga kini saya masih menggunakan sandal jepit kamar mandi yang jamuran, mungkin dia bisa jadi korban penculikan aktivis sandal jepit lagi. Sandal jepit bagi saya merupakan benda paling fungsional dan berharga historis karena bisa mengambang di air sungai saat lepas dari jepitan jari kaki :V

Tidak ada komentar:

Posting Komentar